Paradigma keilmuan geografi bergantung pada pemahaman kita mengenai geografi itu sendiri. Jika geografi dianggap sebagai ilmu natural (natural science), maka karakter paradigmanya akan bersifat tunggal dan bersifat saling meniadakan. Jika hadir paradigma baru, akan menyebabkan kematian pada paradigma lama. Tetapi, jika kita memahami geografi sebagai ilmu sosial, maka paradigmanya akan seperti yang dipikirkan Ritzer, yakni bersifat ganda. Lahirnya paradigma baru, tidak harus meniadakan atau mematikan paradigma lama. Kunci persoalannya adalah adanya kebutuhan untuk memahami kembali hakikat geografi. Inilah kuncinya. Dengan memahami hakikat geografi secara tepat, dan dinamis, akan memudahkan kita memosisikan diri dalam memahami masalah peralihan paradigma keilmuan tersebut. Dengan memahami hakikat geografi, saya meyakini, tidak akan ada kegamangan dalam diri kita mengenai karakter paradigma keilmuan, dan atau posisi geografi di era global ini.
Filsafat – Epistemologi Geografi
Judul: Filsafat – Epistemologi Geografi
Penulis: Siti Fadjarajani, Momon Sudarman
Buku: 15,5 x 23 cm | 246 Halaman
Tahun: 2025
Categories: Geografi, Pendidikan, Tanpa kategori
Tags: Filsafat Epistemologi Geografi, Pendidikan
Be the first to review “Filsafat – Epistemologi Geografi” Cancel reply
This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.
Related products
Tanpa kategori
Pendidikan
Tanpa kategori
Geografi
Rp80,000.00
Tanpa kategori





Reviews
There are no reviews yet.